BAB III (CERPEN)

Pengertian Cerpen 

 Cerpen atau cerita pendek adalah salah satu jenis karya sastra yang berbentuk prosa fiksi. Menurut KBBI, pengertian cerpen adalah cerita yang berisi tentang suatu kisah dan tidak lebih dari 10 ribu kata. Cerpen juga biasanya disebut sebagai cerita sekali duduk, karena hanya butuh sekali duduk saja untuk menyelesaikan satu cerpen. Ada banyak sudut pandang yang bisa dibuat menjadi cerpen, dan siapa saja bisa membuatnya. Kamu bisa membuat cerpen dari cerita-cerita yang sederhana seperti kehidupan sekolah, kondisi keluarga, cerita tentang teman, jatuh cinta, dan sebagainya. Ciri-Ciri Cerpen Secara garis besar, cerpen biasanya dituliskan dalam 4-15 halaman. Meski begitu, ada juga cerpen yang melebihi jumlah halaman tersebut. Jakob Sumardjo membagi tiga jenis cerpen berdasarkan jumlah halaman: cerpen pendek dengan isi satu halaman cerpen 4-15 halaman cerpen panjang yang ditulis 20 hingga 30 halaman.


 Terdapat ciri-ciri cerpen yang membedakannya dengan jenis karya fiksi lain:
 1. Fokus pada suatu konflik atau masalah Cerpen hanya menceritakan satu fokus permasalahan atau ide. Tidak begitu mendetail, hanya menggambarkan satu ide pusat secara garis besar. Makanya, sering kali cerpen ditulis kurang lebih dalam 10.000 saja. 
 2. Fokus pada satu tokoh Pusat cerpen tertuju pada tokoh utama pada suatu latar atau situasi cerita tertentu. Maka dari itu, tidak heran bahwa penggambaran tokoh dalam cerpen tidak begitu mendetail. 
 3. Bersifat fiktif Yha, sesuai dengan konsepnya, cerpen adalah bagian dari karya fiksi. Meski begitu, bukan berarti cerita yang dituliskan tidak benar adanya. Inspirasi menulis cerpen dapat diambil dari pengalaman penulis atau orang lain yang merupakan kegiatan sehari-hari. 
 4. Penggunaan bahasa sehari-hari Penulisan cerpen biasanya menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari atau nonformal. Nah, catat, nih. Berbeda dengan hikayat yang sering kali menggunakan metafora dan bahasa kuno.
 5. Ada kesan dan pesan Cerpen biasanya meninggalkan pesan atau kesan tertentu untuk pembacanya. Penggambaran konflik di dalam cerpen umumnya mencakup awal konflik dengan sebab-akibat hingga resolusi atau pemecahan masalah. Dari sinilah, pembaca memahami pesan atau kesan yang dapat diambil dari suatu cerpen.

 Struktur Cerpen
 1. Abstrak Abstrak dalam cerpen adalah gambaran awal dari sebuah cerita. Struktur cerpen yang satu ini bersifat opsional, yang tidak selalu ada dalam cerpen, ya. Abstrak inilah yang nantinya dikembangkan menjadi sebuah cerita pendek. 
 2. Orientasi Hal-hal yang berkaitan dengan latar cerita, seperti tempat, suasana, dan waktu, semua itu masuk ke dalam struktur cerpen orientasi atau perkenalan. Di bagian ini, pengarang mengatur adegan dan menginformasikan hubungan antar tokoh.
 3. Komplikasi Walau tidak memiliki tingkat kompleksitas serumit novel, cerpen juga mempunyai konfliknya sendiri, lho. Struktur cerpen komplikasi ini mencakup urutan kejadian atau permasalahan yang memiliki hubungan sebab akibat. Di tahap ini juga, biasanya penceritaan karakter dari tokoh semakin kuat digambarkan. 
 4. Evaluasi Evaluasi di dalam cerpen merupakan bagian yang menceritakan klimaks permasalahan dalam cerita. Dalam struktur ini juga mulai disebutkan penyelesaian masalah yang terjadi. 
 5. Resolusi Resolusi mencakup bagian yang menerangkan pemecahan masalah. Di sini, pembaca akan diberikan penjabaran cerita mengenai solusi yang diambil oleh tokoh.
 6. Koda Amanat, pesan, atau pembelajaran, semua hal tersebut termasuk ke dalam koda. Pembaca akan diajak untuk mengambil hikmah dari cerpen tersebut.

 Unsur unsur cerpen 
1. Tema Tema adalah gagasan utama yang disampaikan pengarang dalam cerpen.
 2. Tokoh dan Penokohan Tokoh adalah pelaku dalam cerpen, sementara penokohan adalah penggambaran karakter tokoh dalam cerita.
 3. Latar Latar merupakan gambaran tempat, waktu, dan suasana dalam cerpen.
 4. Alur dan Plot Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita. Ada alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Nah, kalau plot itu merupakan peristiwa yang mengandung hubungan sebab akibat. 
 5. Sudut Pandang Sudut pandang adalah cara pengarang melihat berbagai macam kejadian dalam cerpen. Sudut pandang dalam cerpen serta novel biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. 
 6. Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Misalnya, tentang pentingnya bekerja keras, tidak meremehkan orang lain, bersikap sopan, dan sebagainya. 
 7. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah pemakaian bahasa yang digunakan pengarang untuk bercerita. 
 8. Latar Belakang Pengarang Setiap pengarang memiliki latar belakang yang berbeda, sehingga memberi dampak terhadap karya yang dihasilkan. Misalnya cerpen Juru Masak karya Damhari Muhammad. Damhari merupakan penulis asal Sumatera Barat. Itu sebabnya, cerpen Juru Masak berlatar di daerah tersebut.
 9. Latar Belakang Masyarakat Latar belakang masyarakat adalah tempat penulis berada, sehingga memengaruhi penulis dalam membuat karya. Biasanya berhubungan dengan nama tokoh dan adat istiadat yang berlaku. 
 10. Nilai Kehidupan Nilai kehidupan adalah nilai atau norma yang berlaku di masyarakat dan memengaruhi proses penciptaan sebuah cerpen. Ada nilai agama, nilai sosial, nilai budaya, dan nilai moral. Kaidah Kebahasaan Cerpen Cerpen banyak menggunakan verba, konjungsi, kalimat tidak langsung, kalimat langsung, dan kata lampau.

 Cerpen memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut: 
 1. Mengandung kalimat bermakna lampau, seperti ketika, beberapa tahun lalu, telah terjadi, dan sebagainya.
 2. Menyatakan urutan waktu dengan konjungsi kronologis, seperti sejak saat itu, mula-mula, kemudian, sebelum, lalu, dan sebagainya. 
 3. Menggunakan kata kerja (verba) yang mengandung tindakan, seperti melompat, melirik, membaca, serta kata kerja yang berhubungan dengan perasaan, seperti berharap, mencintai, atau menginginkan.
 4. Menggunakan kalimat tak langsung seperti menanyakan, mengungkapkan, mengatakan bahwa, serta kalimat langsung berupa percakapan antar tokoh dengan tanda kutip. 

 Jenis-Jenis Cerpen 
1. Cerpen Pendek Jenis pertama adalah cerpen pendek. Cerpen jenis ini cenderung lebih pendek dibandingkan dengan jenis cerita pendek lainnya. Biasanya, jumlah kata dari cerpen pendek sekitar 500 hingga 700 kata saja. 
 2. Cerpen Sedang Selanjutnya, ada cerpen sedang. Cerpen sedang biasanya memiliki panjang sekitar 700 hingga 1.000 kata. Kamu bisa menemui cerpen sedang pada buku-buku pelajaran sekolah. 
 3. Cerpen Panjang Terakhir ada jenis cerpen panjang. Cerpen ini dibuat dengan panjang sekitar 1.000 kata atau lebih. Bahkan, ada yang dibuat mendekati 5.000 atau 10.000 kata. Biasanya, jenis cerpen panjang disampaikan dengan penuturan yang lebih santai. 

 Fungsi Cerpen 
1. Fungsi Rekreatif Cerpen berfungsi untuk memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur kepada para pembacanya.
 2. Fungsi Estetis Selain untuk menghibur, cerpen juga berfungsi untuk memberikan keindahan bagi para pembacanya. 
 3. Fungsi Moralitas Cerpen juga dapat memberikan nilai-nilai moral kepada pembacanya melalui pesan yang dikandung di dalam cerita. Melalui cerpen, pembaca bisa mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang baik atau hal-hal yang buruk. 
 4. Fungsi Didaktif Cerpen juga bisa berfungsi untum mengarahkan dan mendidik para pembaca melalui nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung dalam cerita. 
 5. Fungsi Relegiusitas Cerpen dapat mengandung nilai-nilai yang terdapat di ajaran agama, yang juga bisa dijadikan teladan bagi para pembacanya.

Comments

Popular Posts